Pengertian dan Mengenal Jati Belanda

Posted on

Halo para pengunjung, pada kesempatan kali ini kami ingin sedikit sharing informasi mengenai Jati Belanda atau Mutamba atau Guazuma Ulmifolia adalah pohon berukuran sedang yang tumbuh hingga 20 m, dengan batang berukuran 30 sampai 60 cm. Memiliki daun lonjong yang panjang 6 sampai 12 cm, dan pohon ini berbunga dengan warna putih kuning kecil. Tumbuhan ini menghasilkan buah yang dapat dimakan kulitnya berduri kasar dan memiliki madu beraroma yang kuat. Jati Belanda berasal dari daerah Amerika tropis di kedua benua dan ditemukan di seluruh hutan Amazon.

Herbal Jati Belanda dan Penggunaannya

Mutamba disebut guazuma atau Guacima, di Meksiko memiliki sejarah yang sangat panjang dalam penggunaan jati belanda di kehidupan adatnya. The Mixe Indian di dataran rendah Meksiko menggunakan rebusan kulit kering dan buah-buahan untuk mengobati diare, perdarahan dan nyeri rahim. The Huastec Maya dari Meksiko timur laut menggunakan kulit segar direbus dalam air untuk membantu dalam melahirkan, untuk pencernaan nyeri, asma, diare dan disentri, luka, dan demam.

Para dukun-dukun atau tetua adat jaman dahulu di suku Maya di Guatemala mendidihkan kulit menjadi ramuan untuk mengobati peradangan lambung dan sakit perut biasa. Jati Belanda adalah tanaman ajaib untuk bangsa Maya kuno yang juga menggunakannya melawan “penyakit ajaib” dan mantra jahat. Di Amazon, masyarakat asli telah lama menggunakan Jati Belanda untuk asma, bronkitis, diare, masalah ginjal, dan sifilis. Mereka menggunakan ramuan kulit topikal untuk kebotakan, kusta, dematosis dan kondisi kulit lainnya.

Jati belanda

Jati belanda memegang peranan dalam sistem pengobatan herbal di banyak negara tropis, terutama pada kulit dan daunnya yang digunakan. Dalam praktik pengobatan herbal, beberapa dari mereka mengolah kulit jati belanda ini lalu direbus dan diminum untuk disentri dan diare, untuk masalah prostat, dan sebagai stimulan rahim untuk membantu dalam melahirkan. Dalam praktik pengobatan herbal di Brasil, ramuan kulit kayu jati ini digunakan untuk mengatasi bau keringat, membersihkan dan mendetoksifikasi darah, dan untuk meredakan batuk. Sebuah ramuan kulit juga disiapkan dan digunakan secara topikal untuk meningkatkan pertumbuhan rambut, untuk menangkal parasit pada kulit kepala, dan untuk mengobati berbagai penyakit kulit. Di Peru kulit atau daun kering dibuat menjadi teh dan digunakan untuk penyakit ginjal, penyakit hati, dan disentri. Di Guatemala daun kering dari pohon jati belanda yang diseduh menjadi teh dan diminum untuk demam, penyakit ginjal, dan penyakit kulit, dan untuk obat luar dapat menyembuhkan luka, memar, dermatitis, erupsi kulit dan iritasi, dan erisipelas. Tetapi hal ini juga tidak bisa dilkukan secara sembarangan karena ada klasifikasi khusus baik dari bahan dan tipe kulit jati belanda yang digunakan.

Kimia Alami Jati Belanda

Kulit jati belanda adalah sumber terbaik yang kaya akan kandungan tanin dan bahan kimia antioksidan yang disebut proanthocyanidins. Salah satu kandungannya procyanidin B-2 dapat membantu mencegah rambut rontok dan kebotakan di beberapa negara. Pada tahun 1999, para peneliti di Jepang juga melaporkan bahwa procyanidin B-2 merupakan obat pencegah botak yang aman. Dari tahun 2000 sampai 2002, mereka menerbitkan tiga in vitro dan in vivo (dalam pria botak) yang menunjukkan bahwa pertumbuhan sel rambut procyanidin B-2 meningkatkan jumlah total rambut di area kulit kepala yang ditunjuk. Para peneliti telah menyebutkan bahwa kulit jati belanda adalah sumber yang kaya senyawa kimia alami ini. Penelitian independen lainnya menunjukkan bahwa procyanidin B-2 juga memiliki efek antitumor dan antikanker serta menurunkan tekanan darah dan melindungi ginjal. Kulitnya juga mengandung zat kimia yang disebut asam kaurenoic yang telah dicatat dengan sifat antibakteri dan antijamur yang sudah dilakukan studi selama bertahun-tahun. Daun jati belanda mengandung kafein, namun tak satu pun ditemukan dalam kulitnya.

Bahan kimia tanaman utama jati belanda meliputi : caryophyllene, catechin, farnesol, friedelin, asam kaurenoic, precocene I, procyanidin B-2, procyanidin B-5, procyanidin C-1, dan sitosterol.

 

sumber:
google.com
lintangsuminar-jasamaklonherbal