Daun Murbei

Posted on

 

Murbei-Mengatasi-Kolesterol-Dan-Penyakit-Lain-1

Mulberry Leaf atau daun murbei telah lama digunakan dalam pengobatanCina untuk pencegahan dan perawatan diabetes; daun ini mengandung senyawa yang menekan kadar gula darah tinggi.

Para ilmuwan di Jepang telah menunjuk sejumlah biologis senyawa aktif dalam ekstrak daun murbei putih, Morus alba, tanaman yang sangat di sukai oleh ulat sutra. Daun bukan hanya berguna bagi makanan ulat sutra, namun ekstrak daun murbei ternyata efektif dalam menekan perkembangan aterosklerosis, penumpukan plak kolesterol di arteries. Hal ini, tampaknya,dengan menghambat oksidasi LDL-kolesterol (low-density lipoprotein, kolesterol “buruk”),yang merupakan faktor utama dalam perkembangan plak aterosklerotik.

Salah satu spesies, yang putih murbei (Morus alba), dikenal sebagai sumber makanan utama untuk ulat sutra. Banyak dibudidayakan di perusahaan Cina asli. Menurut satu sumber, murbei putih adalah spesies yang telah digunakan secara eksklusif dalam pengobatan Cina sejak Masehi 659,1 Farmakope Cina (1985) daftar daun, kulit akar,cabang, dan buah-buahan sebagai persiapan bahan obat, tapi lain bagian, termasuk getah danabu kayu, juga banyak digunakan.

Manfaat

Daun murbei sangat digemari oleh ulat sutera, itulah sebabnya di sekitar Jepara, Temanggung dan daerah-daerah yang membudidayakan sutera alam, murbei banyak ditanam dan tumbuh subur. Harga daun murbei pada musim kemarau yang lalu mencapai Rp 1.000 sampai 1.200 per kg. Murbei yang memang berasal dari Cina, di Indonesia tumbuh di daerah basah, di lerang gunung yang banyak terkena sinar matahari. Tinggi pohon antara 5 sampai 9 meter. Daunnya berwarna hijau lebar dan memanjang. Berbunga sepanjang tahun. Buah yang muda berwarna hijau, yang tua berwarna merah dan rasanya asam. Yang sudah matang berwarna hitam dan manis. Tanaman diperbanyak dengan setek dan okulasi.

Pendiri Himpunan Pengobatan Tradisional dan Akupunktur Republik Indonesia (HIPTRI), dr Setiawan Dalimartha dalam bukunya ”Atlas Tumbuhan Obat Indonesia” menyebutkan ada dua cara pemakaiannya, untuk diminum dan sebagai obat luar.

Untuk diminum pilih salah satu bagian yang diminati tetapi dikeringkan dulu lalu dicacah-cacah, kalau akar ukurannya antara 10 sampai 15 gram, kalau ranting 15 sampai 30 gram, sedang daun 5 sampai 10 gram, direbus, disaring lalu diminum.

Untuk pemakaian luar, daun jangan dikeringkan, tetapi daun yang masih segar dilumatkan halus lalu dibobokkan kepada bagian kulit yang sakit, seperti luka, digigit ular, atau digigit serangga atau untuk pertumbuhan rambut (dioleskan dan ditekan-tekan).

Buah murbei yang matang dijus lalu diminum sekaligus, cobalah beberapa kali bisa melonggarkan napas yang pendek, menghilangkan rasa nyeri di dada dan bengkak pada mata kaki. Tetapi yang sedang diare jangan minum dulu. Di luar negeri daun murbei sudah diwujudkan dalam bentuk obat suntik.(HA Manan-35)

Sumber : id.scribd.com & suaramerdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.